Minggu, 4 Desember 2022
Cari
Minggu, 4 Desember 2022
Cari

Korban Kasus Penipuan dan Penggelapan di Jombang Dipanggil Propam Polres Jombang, Ini Kata Penasehat Hukum

Kamis, 20 Oktober 2022 05:47
Penulis : Lintas Jombang

 

Lintasjombang.com – Propam Polres Jombang, melakukan pemanggilan, kepada NH (69), warga Jalan Pattimura, Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, saksi korban dugaan penipuan dan penggelapan, hingga ratusan juta rupiah. Rabu, (19/10/2022).

NH mendatangi ruang Satrekrim Polres Jombang, didampingi oleh Penasehat Hukum (PH), Dian Indah Nuraini SH mendatangi pemanggilan tersebut guna dimintai, keterangan terkait kasus yang dilaporkan oleh saksi korban pada 15 Juni 2022 lalu.

Pemanggilan oleh penyidik Satreskrim Polres Jombang kepada NH dan kuasa hukumnya tersebut tak lain adalah untuk mendapat penjelasan terkait keterlambatan tindak lanjut laporan yang dilakukan NH.

NH dalam keterangannya mengatakan, bahwa pihaknya sangat menyesalkan atas keterlambatan tindak lanjut laporan tersebut.

“Dari 7 orang saksi yang diajukan, hanya satu orang yang dimintai keterangan oleh penyidik. Setelah itu ,kasusnya mandek (berhenti),”ucap NH.

Selain itu, NH menjelaskan, jika ia disarankan oleh oknum penyidik dari kasus yang dihadapinya itu untuk dilaporkan keranah perdata.

“Padahal jelas ini pidana, kasus penipuan dan penggelapan,”tutur NH.

NH menyebut, atas keterlambatan penanganan kasus ini, pihaknya mengalami kerugian hingga mencapai Rp 550 juta, terhitung sejak tahun 2020. Karena beban bunga harus dibayar NH tiap bulan sekitar Rp 5 juta dari total uang yang dipinjam AW sekitar Rp 265 juta.

“Duwit ini berbunga, karena milik koperasi simpan pinjam. Intinya harapan kami, hanya ingin uang pinjaman bisa dikembalikan, lunas,” harap NH. Namun, karena tidak ada etiket baik dari pelaku sehingga kami terus melanjutkan kasus ini ke ranah hukum,”jelas NH.

Sementara itu, Penasehat Hukum (PH), Dian Indah Nuraini, SH mengatakan, bahwa sebelumnya pada tanggal 6 September 2022, saksi korban melaporkan terkait kode etik ke Propam Polda Jatim, yang sebelumnya sudah dilaporkan ke Propam Polres Jombang, namun tidak mendapatkan respon.

Dalam laporan kode etik yang dilakukan NH tersebut, menjelaskan tentang kinerja dan sikap oknum aparat penegak hukum di lingkup Polres Jombang, terutama unit SPKT dalam memberikan pelayanan kepadanya.

“Laporan kode etik kami ke Polda itu sebenarnya tindak lanjut SP3 yang dilakukan oleh Satreskrim terhadap klien kami atas dugaan penipuan dan penggelapan,”katanya.

Menurut Dian, sehubungan dengan laporan dan pemanggilan dari pihak propam adalah untuk menguatkan bahwa laporan yang di alamai kliennya itu benar terjadi.

“Ada sekitar 12 pertanyaan yang dilayangkan oleh pihak propam. Untuk itu, jika nanti pelaporan kita tidak ada tindak lanjut dari Propam, maka kami akan mengadu atau melayangkan surat ke Kompolnas dan lain-lain,”tegas Dian.

Sekedar diketahui, sebagaimana pada surat dari Polres Jombang yang ditujukan kepada Nurhayati (NH), Nomor: B/491/VII/RES.1.11/2022 tertanggal 19 September yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha, SIK, perihal: Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), tertuang, point a) pihak polres telah minta keterangan terlapor AW (pelaku).

Point b), telah melakukan gelar perkara tentang dugaan tindak pidana penggelapan atau penggelapan dengan pemberatan atau penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHP atau pasal 374 KUHP, atau pasal 378 KUHP sesuai surat pengaduan Dian Indah Nuraini, SH selaku kuasa hukum Nurhayati, tanggal 15 Juni 2022 dan, memutuskan bahwa pengaduan tersebut diatas dihentikan karena tidak diketemukan adanya peristiwa pidana.

“Sebagaimana point diatas, kami keberatan, karena pada bukti-bukti yang kami miliki dan kami sampaikan dalam laporan, jelas ada bukti kuat, kwitansi dan fakta lainnya, termasuk saksi-saksi,”ujar Dian Indah Nuraini.

Dian berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas, jelas, dan rampung. Karena dari pelaku tidak ada niat baik sama sekali. Karena kasus ini sangat kuat unsur pidananya.

“Harusnya penyidik tidak menghentikan kasus ini, demi keadilan hukum. Pernah kami bawakan calon pembeli rumah milik pelaku sebagai solusi tanggungjawabnya, namun tidak ada kemauan, padahal, janjinya akan dikembalikan dengan cara menjual asetnya,”pungkas Dian Indah Nuraini SH. (Red/tim10).

Tags :

BERITA TERKAIT