Minggu, 4 Desember 2022
Cari
Minggu, 4 Desember 2022
Cari

Kecewa Pelayanan di SPKT Polres Jombang, Tim Pengacara Korban Penipuan Akan Mengadu ke Kompolnas dan Mabes POLRI

Sabtu, 15 Oktober 2022 04:08
Penulis : Lintas Jombang

 

Lintasjombang.com – Pasca beredarnya berita yang viral di media Online dan YouTube, bahwa laporan dari seorang klien berinisial NR korban penipuan ditolak oleh oknum piket di SPKT Polres Jombang.

Dalam hal ini, tim pengacara yang dipimpin Penasehat Hukum NR, yakni Dian Indah Nuraini, S.H mengadukan oknum penyidik SPKT tersebut ke Unit Propam Polres Jombang .

Kepada beberapa awak media, Dian Indah Nuraini menceritakan, bahwa pihaknya pada Kamis, (13/10/2022) mendampingi kliennya untuk melapor lagi ke SPKT Polres Jombang, dengan klien atau pelapor yang berbeda, namun terlapor dengan orang yang sama.

“Laporannya kali ini pun langsung ditolak oleh beberapa petugas yang ada di SPKT Polres Jombang, yaitu dengan alasan yang sama. Seperti laporan yang pertama, karena masuk dalam rana perdata,”terangnya.

Dian Indah Nuraini menyebut, jika sebagai penasehat hukum (PH) para korban penipuan yang diduga dilakukan seorang Ibu berinisial AW, warga Desa Candi Mulyo, Kabupaten Jombang sangat kecewa dengan pelayanan SPKT Polres Jombang.

“Pihak SPKT Polres Jombang menurut saya terlalu terburu-buru ketika mengatakan, bahwa pengaduan kami ini merupakan rana perdata. Karena mereka belum mempelajari berkas pengaduan kami dan juga belum melihat beberapa alat bukti yang kami bawa. Tapi kok tiba-tiba memutuskan, kalau ini adalah ranahnya Perdata. Tentunya dalam hal ini membuat kami sangat kecewa dengan pelayanan yang ada di SPKT Polres Jombang,”ungkap Dian Indah Nuraini, dengan rait wajah penyesalan.

Dari kejadian tersebut, Dian Indah Nuraini memutuskan untuk membuat pengaduan ke Unit Propam Polres Jombang.

“Respon dari pihak Propam sangat bagus. Tadi di Unit Propam, kami ketemu dengan Kanit Propam Polres Jombang dan kami langsung di arahkan ke penyidik Propam. Setelah itu, kami langsung dimintai keterangan sekitar 15 pertanyaan yang di sampaikan penyidik Propam kepada kami,”ujar Dian.

Lebih lanjut, Dian Indah Nuraini menyampaikan, bahwa dari 15 pertanyaan yang di ajukan kepadanya oleh pihak Propam intinya adalah untuk menanyakan pelanggaran etik apa yang dilakukan oleh petugas SPKT Polres Jombang .

Setelah mendengarkan penjelasan atau pemaparan dari pengadu (Dian), pihak Propam menyampaikan ke Dian untuk menunggu hasil penelusuran terkait permasalahan yang di adukannya tersebut.

“Tadi ketika kami melapor ke SPKT, kami sudah menyiapkan beberapa saksi dan alat bukti, tapi pihak SPKT tidak mau membuatkan Laporan Polisi (LP). Kemudian kami di sarankan untuk membuat pengaduan dulu, yakni dengan alasan ini rana perdata. Setelah itu, mereka memutuskan seperti itu dan tanpa memeriksa saksi, maupun alat bukti yang kami persiapkan,”tegas Dian Indah Nuraini.

Menurut Dian Indah Nuraini, sebagai pendamping para korban, ia dan timnya merasa mendapat intimidatif dari pihak SPKT Polres Jombang.

Sebagai pengacara, Dian mengaku yang tergabung dalam organisasi PERARI itu akan segera sharing, atau minta pendapat kepada teman-teman di organisasinya terkait permasalahan ini.

Ketika di tanya sebagai seorang pengacara, apakah perlakuan yang di alami di Polres Jombang ini sering juga di alaminya di Polres-polres lain ? Lalu Dian pun menjawab,

“Jujur sudah beberapa tahun saya sebagai pengacara dan sudah puluhan Polres yang pernah saya datangi, namun baru kali ini di Polres Jombang ini saya sebagai Pengacara tidak dihargai dan di bentak-bentak atau mendapat perlakuan yang tidak mengenakan. Seharusnya pengacara dan pihak kepolisian itu bisa bersinergi seperti di Polres-Polres lain. Bahkan kalau di Polres Pasuruan, kami selalu di terima dengan baik dan malah diberikan arahan dan petunjuk,”tegas Dian.

Disamping itu, terkait peristiwa yang di alaminya di Polres Jombang ini, Dian mengatakan, bahwa pihaknya ada planing atau rencana membuat pengaduan ke Mabes Polri dan Kompolnas.

“Harapan saya dari permasalahan ini bisa menjadi perhatian pimpinan yang diatas, agar citra institusi Polri tidak tercidrai oleh perlakuan oknum terhadap warga masyarakat yang membutuhkan ke adilan,”tutup Dian Indah Nuraini, S.H. (red)

Tags :

BERITA TERKAIT