Senin, 5 Desember 2022
Cari
Senin, 5 Desember 2022
Cari

Sungai Marmoyo Alami Pendangkalan, Payuban Masyarakat Utara Brantas Minta Pemerintah Provinsi dan Pusat Segera Lakukan Normalisasi

Jumat, 3 Juni 2022 11:29
Penulis : Lintas Jombang

 

 

Lintasjombang.com – Kondisi sungai Marmoyo, yang membentang di wilayah Jombang bagian Utara Brantas mengalami pendangkalan yang sangat parah dan harus segera dinormalisasi.

Dari pantauan di lokasi, terdapat beberapa titik yang tersumbat, seperti di Dusun Dukuh dan didepan makam Gendingan, Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu, di Jembatan Desa Tapen, ke Timur dan terlihat muncul endapan lumpur yang menyerupai pulau. Sehingga hal inilah yang membuat terhambatnya aliran air di Sungai Marmoyo.

Dari kondisi seperti inilah beberapa tahun terakhir mengakibatkan banjir dan menyebabkan sebagian petani di wilayah Utara Brantas menjadi gagal panen.

Dihimpun dari Persadaposnews.com, Kepala Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso mengatakan, kejadian tersebut sudah hampir 5 tahun terakhir petani mengalami gagal panen, akibat tersumbatnya beberapa titik di aliran di Sungai Marmoyo.

“Akibatnya lumbung padi milik warga juga kosong dan tidak bisa setor ke lumbung Desa. Sebab, padinya gagal panen,”terang Lasiman, Kamis (02/06/2022).

Selain itu, Lasiman pun berharap agar Pemkab Jombang, Pemprov Jatim dan Pemerintah Pusat dapat memperhatikan keluhannya.

“Setiap kami koordinasi dengan Pemkab, katanya Sungai Marmoyo itu normalisasinya kewenangan dari BBWS Provinsi Jawa Timur. Dari penjelasan ini, kemudian kami buntu dan mau menghubungi BBWS atau PUPR Provinsi Jawa Timur, namun tidak punya canel disana,”kata Lasiman, yang juga juga sebagai Ketua APTI Kabupaten Jombang ini.

Terpisah, Supandi selaku Kepala Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu mengungkapkan, tentang penyumbatan dan pendangkalan di Sungai Marmoyo.

“Memang, masyarakat kami juga mengeluhkan terkait kondisi di Sungai Marmoyo yang kondisinya saat ini mengalami pendangkalan yang berdampak pada saat musim hujan. Sehingga membuat sawah milik petani kebanjiran dan menyebabkan gagal panen,”ungkap Supandi.

Supandi berharap, pihaknya mewakili warga Desa Sidokaton, agar pemerintah segera melakukan normalisasi di Sungai Marmoyo. Sehingga petani tidak mengalami gagal panen lagi.

“Kami mohon kepada Wakil Rakyat dari partai manapun, untuk memperjuangkan nasib rakyat dan melakukan normalisasi Sungai Marmoyo, agar masyarakat Utara Brantas bisa makmur dan sejahtera, ”tandas Kades Sidokaton.

Sementara itu, Surip salah satu pemerhati lingkungan yang tinggalnya di Desa Tapen menyampaikan, bahwa kondisi di Sungai Marmoyo banyak terjadi pendangkalan dan penyumbatanpenyumbatan, sehingga dapat menyebabkan banjir.

“Saya sudah cek, mulai dari Kecamatan Plandaan, Ploso, Kudu dan kecamatan Ngusikan, bahwa Sungai Marmoyo ada yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan, bahkan ada juga yang mengalami penyempitan. Harusnya, dengan kondisi seperti ini mendapat perhatian serius dari Pemkab Jombang, Pemprov Jawa Timur dan Pemerintah pusat,”tegasnya.

Menurutnya, perhatiannya adalah pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Marmoyo, supaya masyarakat tidak mengalami gagal panen terus.

“Masyarakat Utara Brantas meminta kepada Wakil Rakyat yang ada di DPRD Kabupaten, Provinsi Jawa Timur, mapun di DPR-RI dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat Utara Brantas dan tidak membiarkan saja masalah yang dihadapi masyarakat Utara Brantas ini,”harap Surip, penuh semangat.

Sementara itu, Kepala Dusun Sukoanyar, Desa Gedongombo mengatakan, kejadian yang terjadi hampir 5 tahun ini, menyebabkan warga menjadi gagal panen padi, akibat terkena banjir bulir dan padinya menjadi busung (kosong).

“Salah satu penyebabnya adalah terjadinya pendangkalan di Sungai Marmoyo. Masak dengan kondisi seperti ini, pemerintah hanya diam dan tidak segera menormalisasi Sungai Marmoyo ini,”ucap Suparlan. (red)

Tags :

BERITA TERKAIT